lemari es di pojok ruang rindu

dingin
tak dapat disentuh
beku
terdiam di endapan butiran es yang kaku

meluapkan tangis di antara malam yang
menjadi - jadi
merindukan sedih yang bahagia
dan kini hanya akan menjadi tangis
yang disesali

bukan menyesal namun diratapi
"jangan diam saja"
temenung dalam sesal namun tetap membeku
sadar hanya temu yang menjadi tuju

terlalu melelahkan
namun terlalu sulit dilepaskan
"lantas bagaimana?"
membara seperti api
mengalir seperti air
berjalan, tak dapat terhenti

bara api kian membesar,
jika dimatikan begitu saja
begitupun air yang dibendung,
akan meluap dan membasahi


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bangkit

Diambang Batas

Terlambat