Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2019

Terlambat

Terlambat Kita memang selalu ditakdirkan untuk tidak berpuas diri Apapun itu semua hal tentangmu tidak pernah sesuai dengan mauku Saat kamu bilang begini dan kamu berbuat begini , aku hanya ingin kamu berbuat begitu bukan begini Saat dulu aku ingin kamu peka, dan sekarang kau mengerti akan sinyal ku, tapi di waktu yang salah Dan Kenapa juga, Kenapa hati tak pernah berjalan seiring dengan logika Kenapa aku masih menyayangimu yang dalam logika tidak akan menyayangiku juga Kenapa aku tak pernah sekalipun logika berpikir kalau kau memang bukan untukku Terlalu banyak 'kenapa' untuk mu saat ini Namun sejak kemarin, Aku belajar untuk menyayangi diri sendiri, baru kamu. Karena aku pikir-pikir menyayangimu yang seperti itu cuma buang-buang energi dan waktu

Kilas Dirimu

Kilas dirimu Mencumbu aroma mu di ladang kasih ku Hirup mu bagai candu Sorotan mata mu bak elang; di atas pohon itu Bibir manis mu nan indah dan menipu Kau sang musafir Dari ladang entah berantah Yang datang di taman surga ku Kini lengkap sudah bersamamu Rinduku yang tak berbalas Telah hilang seiring masa Dulu kau yang terlalu nyata di pikiran ku Kini bak bayangan semu di indera ku Bayangan semu dirimu Berpaku di indera ku Kau kembali di mata ku Tapi tidak dengan kisah kita dulu

Sebuah Ungkapan

Sebuah ungkapan, untukmu yang datang dan pergi Hari ini kau datang kembali. Kau kemari dengan janji - janji yang kau ingkari. Dengan ribuan harapan yang sejak dahulu telah hilang olehnya. Harapan itu datang kembali bersua seiring dengan mu. Menyapa ku dengan ramah - tamah, dan tanpa pamit pergi dengan ke tamakan nya. Sudah ku kubur dalam - dalam semua tentang mu. Sudah pula ku bakar remahannya agar semua hilang tak membekas. Dan kau tiba - tiba datang menggali puing - puing kehancuran itu. Kau susun kembali remahan - remahan yang telah hancur berkeping - keping itu. Maka kini aku tinggalkan lagi sebuah pesan untukmu, "Semua yang telah aku hapuskan jejaknya, tidak akan seperti dulu lagi saat kali ini kau kembali menata dengan se elok mungkin" Sebuah ungkapan ini aku akhiri dengan permisi, berharap jika kau tak akan kenbali lagi.

My Very First

Hai teman-teman :) Ini blog pertama saya hehe. Disini saya akan menulis apapun yang saya akan tulis seperti Cerita pendek, Puisi atau Sajak yang telah saya buat dan beberapa pemikiran saya yang sulit di ungkapkan akan saya tulis disini. Kenapa namanya Sukma Aksara? Nama saya memang mengandung unsur "sukma" yaitu Salsyabila Sukma, namun bukan itu alasan yang tepat. Tetapi ada alasan lain kenapa saya memberi nama Sukma Aksara. Karena Sukma yang berarti "jiwa" dan Aksara berarti "huruf". Jadi saya menyimpulkan bahwa Sukma Aksara berarti "tulisan/huruf yang hidup karena memiliki jiwa didalam nya" artinya setiap tulisan disini memiliki makna nya tersendiri dan bukan sekedar di tulis melainkan memiliki jiwa nya. Beberapa orang memilih menulis ketimbang berucap, karena terkadang sesuatu yang tidak dapat di ungkapkan lebih baik di aksarakan. Terimakasih sudah membaca blog pertama saya!