lemari es di pojok ruang rindu
dingin tak dapat disentuh beku terdiam di endapan butiran es yang kaku meluapkan tangis di antara malam yang menjadi - jadi merindukan sedih yang bahagia dan kini hanya akan menjadi tangis yang disesali bukan menyesal namun diratapi "jangan diam saja" temenung dalam sesal namun tetap membeku sadar hanya temu yang menjadi tuju terlalu melelahkan namun terlalu sulit dilepaskan "lantas bagaimana?" membara seperti api mengalir seperti air berjalan, tak dapat terhenti bara api kian membesar, jika dimatikan begitu saja begitupun air yang dibendung, akan meluap dan membasahi