Fase melupakan
Kamu kesal, marah, kecewa. Itu semua udah gak ada guna nya lagi. Kamu itu bukan siapa-siapa di hidupnya, hanya bagian kecil dari masa lalu nya di kehidupannya yang lalu. Ingat, kamu hanya bagian kecil di hidupnya.
Berhentilah untuk mengganggap kamu itu separuh bagian hidup nya, karena kamu sudah bukan jadi bagian di hidupnya lagi. Kamu tergantikan. Masa kejayaan mu udah habis. Kamu udah redup di ingatannya. Dia udah bahagia sama orang lain, orang yang menurutnya memberi kebahagiaan tiada tara. Tapi kamu pikir, kamu juga memberinya kebahagiaan tiada tara kala itu, terlihat sekali dari sikapnya dan raut wajah nya. 'Kala itu', berarti sudah sejak lama sekali kan.
Dia sudah bisa melupakanmu. Dia sudah bisa melepaskanmu dari bagian hidupnya, kenapa kamu enggak bisa? kamu takut? atau nggak tahu harus gimana?. Kamu pasti bisa karena hidupmu nggak selalu tentang dia. Biarkanlah dirimu berbahagia, berikanlah ruang untuk orang yang baru, yang mungkin bisa memberimu ruang di bagian hidupnya. Fase untuk melupakannya tidak akan pernah di mulai jika kamu terus seperti ini. Berhentilah berharap, karena kamu masih memiliki jalan yang panjang, jalan yang kamu lalui tanpa dirinya.
Jangan biarkan orang-orang sekitarmu sampai mengacuhkan mu, karena mereka pikir kamu nggak peduli lagi sama mereka hanya karena satu orang itu. Kamu bisa kehilangan 1000 berlian hanya untuk sebuah batu karang. Batu karang yang nantinya akan membiarkan kamu luka lagi, lagi, dan lagi. Dia cuma bisa ngobatin kamu, bikin mood kamu bagus lagi, setelah itu dia lukain lagi.
Sudah saat nya kamu berhenti. Sakit kan rasanya, tapi kenapa terus di lanjutin?. Perasaan memang selalu tidak adil dengan logika, egois, dan tidak memikirkan akan banyak perasaan- perasaan lain yang akan kecewa karenamu. Jadi bangkitlah, hidupmu tidak akan usai hanya karena pergi meninggalkannya. Dia sudah lama bangkit dan melupakanmu. Kamu juga harus bahagia dan bukan cuma karena dirinya. Sudah jangan terlalu banyak di pikirin, dia saja nggak mikirin kamu 'toh.
Komentar
Posting Komentar